Strategi Menghadapi UN Bahasa Indonesia

STRATEGI MERABA MODEL SOAL UNAS

Oleh Bambang Y.N.H.
Di tengah kontroversi perlu tidaknya ujian nasional (unas) di sekolah, seorang guru seharusnya tidak perlu larut dalam kontroversi itu. Yang perlu dilakukan sebaiknya mencari strategi yang tepat agar siswa bisa lulus unas. Pada semester kedua untuk kelas IX, biasanya diadakan jam tambahan untuk persiapan unas, bahkan ada sekolah yang memulai sejak semester pertama.

Sayangnya, jam tambahan yang diberikan tidak efektif karena hanya berkutat pada pembahasan soal-soal yang telah tersedia tanpa keterlibatan siswa dalam pembuatan soal. Akibatnya, siswa akan mengalami kesulitan bila menjumpai soal yang bentuknya berbeda dari soal yang selama ini dipelajari di sekolah.

Permasalahan tersebut menuntut guru menemukan strategi-strategi jitu untuk mempersiapkan siswanya menghadapi unas. Salah satu strategi yang sudah tiga tahun ini saya terapkan adalah memprediksi soal unas oleh siswa sendiri. Tentu, guru tetap mendampingi ketika siswa mengutak-atik dan memperkirakan jenis materi soal yang akan keluar dalam unas.

Agar soal yang dibuat guru tidak monoton dalam satu bentuk soal saja, seorang guru harus mengetahui model-model soal objektif (lebih difokuskan pada model soal objektif karena soal unas berbentuk objektif).

Pada mata pelajaran bahasa Indonesia, misalnya. Bentuk soal yang diujikan hanya tes menulis dan membaca, sedangkan tes mendengarkan dan berbicara dilakukan ujian praktik. Saya mengklasifikasikan soal unas tahun pelajaran 2006/2007 berdasar model-model tes agar lebih kontekstual dan pembaca bisa melakukan analisis sendiri.

Model-model tes tulis meliputi tes mengurutkan. Yaitu, yang berkaitan dengan kemampuan mengorganisasi ide dalam menulis yang mencakup mengurutkan kata (dalam kalimat iklan, kalimat imbauan, kalimat majemuk, baris puisi, pantun, dsb), mengurutkan kalimat menjadi paragraf yang utuh dan kohesif, mengurutkan tindak tutur dalam wacana tertentu (mengurutkan tindak tutur manjelaskan, menyanjung, memberi alasan, mempertanyakan), mengurutkan paragraf menjadi wacana utuh, dan mengurutkan ide dalam kerangka karangan. Contoh soal itu bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 61/A nomor 30, 34, 46, dan 48 atau paket 49/B nomor 30, 34, 46, dan 48.

Model tes mengembangkan/melengkapi adalah soal yang berkaitan dengan mengembangkan tema/ide penulisan menjadi subtema, mengembangkan subtema yang dipilih menjadi pernyataan atau pertanyaan yang menjadi tesis karangan, mengembangkan tesis menjadi kerangka karangan, dan mengembangkan kalimat topik menjadi paragraf.

Contoh soal seperti itu bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 31, 32, 39, 40, 41, 43, 44, 45, dan 47 atau paket 49/B nomor 31, 32, 33, 39, 40, 41, 43, 44, 45, dan 47.

Lalu, ada tes memvariasikan/mengubah kalimat. Contohnya bisa dilihat pada soal UN tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 28, 29, 33, 36, 37, 38, dan 42 atau paket 49/B nomor 28, 29, 36, 37, 38, dan 42. Kemudian, model tes menyunting. Yaitu, yang mencakup penyutingan bahasa, penyuntingan teknik (ejaan, tanda baca, dan sistematika), serta penyuntingan isi.

Indikator menyunting dalam tes menulis dipecah lagi dalam indikator mengidentifikasi bagian yang salah, menghilangkan bagian yang salah/berlebih, melengkapi yang seharusnya ada tapi belum ada, mengganti bagian yang tidak tepat (paragraf, kalimat, atau kata), memperbaiki (urutan, struktur, ejaan tanda baca, sistematika, atau isi), serta mengidentifikasi penggunaan bahasa/ejaan yang tidak tepat/yang tepat. Contoh soalnya bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 49 dan 50 atau paket 49/B nomor 49 dan 50.

Kemudian, model-model tes membaca, meliputi tes membaca pemahaman, seperti pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 1-12 dan 35 atau paket 49/B nomor 1-12 dan 35. Lalu, tes membaca cerita fiktif yang terdiri atas memahami unsur intrinsik cerita. Contoh soal bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 19-27 atau paket 49/B nomor 19-27; memahami unsur ekstrinsik cerita meliputi kekhasan tempat, nama, budaya, sosial, dan politik.

Tes pemahaman puisi yang terdiri atas identifikasi sikap penyair terhadap pembaca atau terhadap pokok persoalan, identifikasi nilai/pesan dalam puisi, serta identifikasi makna tersirat dalam baris atau bait. Contoh soal bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 16 atau paket 49/B nomor 16. Lalu, memparafrasekan puisi (contoh soal: Parafrase baris pertama yang sesuai adalah…)

Model yang lain, menjelaskan makna bait. Contoh soal bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 17 atau paket 49/B nomor 17.

Soal menjelaskan sikap penyair terhadap pokok masalah (contoh soal: Menjelaskan makna simbol dalam puisi). Kemudian, memberi judul puisi (contoh soal: Judul puisi yang sesuai adalah…), tes pemahaman puisi naratif, dan perwatakan (contoh soal: Latar waktu yang digambarkan dalam puisi di atas adalah…), parafrase puisi naratif (contoh soal: Kata gerobak dalam puisi di atas melambangkan…) Juga, pemahaman suasana dalam puisi (contoh soal: Suasana yang digambarkan dalam puisi di atas adalah…)

Ada juga tes membaca tabel/diagram yang terdiri atas pernyataan/pertanyaan berdasar isi tabel/diagram. Contoh bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 13 atau paket 49/B nomor 13; memberi judul isi tabel/diagram (contoh soal: Judul yang sesuai dengan tabel/diagram di atas adalah…); serta menyimpulkan isi tabel/diagram.

Contoh bisa dilihat pada soal unas tapel 2006/2007 paket 16/A nomor 14 atau paket 49/B nomor 14. Meramalkan kecenderungan isi tabel/diagram (contoh soal: Berdasarkan tabel/diagram di atas, prediksi/ramalan yang sesuai adalah…).

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menerapkan strategi siswa memprediksi soal unas ini. Langkah pertama, guru perlu menganalisis standar kompetensi lulusan (SKL) yang telah ada. Kedua, guru menentukan kompetensi dasar (pokok bahasan) apa saja yang relevan berdasarkan SKL. Ketiga, guru perlu menulis soal tanpa disertai pilihan ganda karena pilihan ganda nanti dibuat siswa. Contoh, guru menulis suatu wacana yang disertai soal (misalnya: Kalimat yang berisi pendapat pada teks tersebut adalah…)

Kenyataan di sekolah, pada langkah tersebut, siswa sering bingung karena tidak terbiasa menulis alternatif jawaban yang akan dituliskan pada pilihan ganda. Solusinya adalah belajar kelompok. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Bila telah dirasa mampu, siswa diberi tugas secara individu menulis alternatif jawaban yang akan dituliskan pada pilihan ganda. Sebagai latihan, pada tahap awal, semua siswa memprediksi alternatif jawaban yang akan dituliskan pada pilihan ganda untuk soal yang sama.

Setelah sering berlatih, setiap siswa diberi soal yang berbeda pada pokok bahasan yang sama. Kemudian, bisa ditukarkan dengan siswa lain untuk dikerjakan atau dipresentasikan di depan kelas agar semua siswa tahu jawabannya disertai alasan.

Langkah keempat, guru menuliskan pokok bahasan dan wacananya saja, sedangkan siswa membuat soal beserta alternatif jawaban. Soal yang dibuat siswa dikumpulkan kepada guru untuk disunting dan didiskusikan di depan kelas bersama siswa. Strategi tersebut bisa dimodifikasi dan dikembangkan guru disesuaikan situasi serta kondisi sekolah masing-masing.

Saya menyadari, strategi tersebut tidak menjamin 100 persen siswa akan lulus. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dan berdoa. Selamat mencoba. (*)
Bambang Y.N.H.
Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Torjun, Sampang

Disalin dari http://www.smu-net.com
Sumber : Jawa Pos

3 Responses to “Strategi Menghadapi UN Bahasa Indonesia”

  1. Tau aja nih kisi-kisi UAN

  2. gimana cara nya mnghadapi ujian baik mental maupun otak.
    apa yang harus saya lakuin biar bisa kuat mental and bisa ngadapin UN STM dengan tenang, and do’ain saya supaya lulus yach

  3. Terima kasih atas kunjungan DIk Suhardi ke blog saya.
    Agar kuat mental dalam menghadapi UN tentu Adik harus percaya diri. Kepercayaan diri akan muncul bila kita merasa siap, untuk itu banyaklah belajar (baca-baca-baca) untuk persiapan menghadapi. Persiapan kita akan lebih terarah kalau Adik baca SKL (Standar Kompetensi Lulusan) MD/MP yang akan diujikan. UN Tahun ini SKL terdapat pada lampiran Permen Diknas No. 34 Tahun 2007, bisa diunduh/download di puspendik.com.
    Setelah tahu SKL, pelajari dan perdalam materi yang ada dalam uraiannya.
    Carilah sebanyak-banyaknya soal yang sesuai dengan uraian dan SKL tsb. Contoh bisa didownload di panduan un 2007 di puspuendik.com.
    Cobalah belajar mengerjakan soal-soal tersebut, kalau tidak bisa/tidak paham bisa bertanya pada teman yang dianggap bisa, jika tak ada teman yang bisa bertanyalah pada guru Adik.
    Selain usaha lahiriah di atas, untuk mempersiapkan diri, kita tetap harus berdoa memohon kepada Tuhan. Seberapa pun keras upaya kita, kalau Tuhan tidak meridhoi upaya kita pun tidak akan membuahkan hasil. Selebihnya, marilah kita pasrah kepada-Nya. Karena dialah yang maha menentukan segalanya. Mudah-mudahan ini membantu. Doa saya, semoga Adik bisa percaya diri menghadapi UN, dan akhirnya bisa lulus dengan prestasi yang memuaskan.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.