Menulis adalah menyuarakan isi hati dalam bahasa lambang, bahasa gambar, bahasa tulisan. Sedangkan berbicara mengemukakan isi hati dengan sarana lisan, sarana bunyi. Dalam belajar bahasa, kita mulai dengan meniru. Dalam belajar berbicara, kita meniru apa yang kita dengar. Bayi bisa belajar berbicara karena dia mendengar. Maka perdengarkanlah hal-hal yang baik, yang jelas, dan yang benar. Ia akan bisa menirukan apa yang ia dengar. Akhirnya ia pun bisa menyuarakan isi hatinya sendiri, tidak hanya membeo, seiring dengan bertumbuh dan berkembangnya fungsi-fungsi yang ada pada dirinya. Ia akan menemukan jati dirinya. Ia akan berbicara sesuai jati dirinya, yang ia temukan dari mendengar ribuan, puluhan ribu, bahkan juataan kosa kata yang ia dengar. Dari kosa kata yang paling buruk hingga yang paling baik. Dari struktur kalimat yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. “Perbanyaklah mendengar yang baik hingga ia bisa berbicara baik”
Dalam menulis, saya mungkin ibarat bayi yang baru belajar berbicara. Masih membeo. Bahkan mungkin masih asbun (asal bunyi). Karenanya saya masih perlu banyak mendengar. banyak menyimak kata-kata yang baik, kata yang bijak. Dalam menulis saya masih sekedar mengutip, sekedar copy paste, (namun masih saya sebut sumbernya). Maaf kalau ini salah. Mudah-mudahan ini tidak salah dan menyalahi. Sekali lagi, saya masih sekedar membeo, meniru tapi tidak menipu (mudah-mudahan). Saya berjanji saya akan banyak meniru dari apa yang saya baca, akan banyak membaca (membaca dari blog dengan internet fasilitas tempat kerja, karena buku tak terbeli), dan berharap akhirnya bisa menulis dengan segala kemampuan dan fungsi yang mungkin tumbuh dari meniru. Bukankah bayi belajar bahasa dari meniru, ia bisa berbicara karena meniru yang ia dengar. Saya belajar menulis mula-mula dengan meniru dari apa yang saya baca, dan berharap akhirnya punya kemampuan menulis sesuai dengan jati diri saya sendiri. Maaf kalau ini sekedar asal bunyi, bukan apologisasi. Maafkan saya, sekedar curhat.
DIarsipkan di bawah: Pendidikan, Pribadi, Renungan, Umum, pembelajaran bahasa indonesia, sastra | Ditandai: belajar, berbicara, curhat, harapan, janji, mengarang, menulis


















