Entah berapa tahun yang lalu. Saya sudah lupa tepatnya kapan. Saya pernah membaca sebuah artikel di harian Kompas tentang menara atau tower penguat sinyal telepon seluler atau menara BTS (base transmission station, kalau tak salah. red). Judulnya Hutan Menara.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa di negara kita sedang giat dibangun infrastruktur telekomunikasi, khususnya telepon seluler. Dengan banyaknya operator yang ada dan masing-masing membangun menara penguat sinyal masing-masing (satu menara satu operator), maka banyak bermunculan menara BTS di setiap daerah. Bahkan sampai terjadi ada tiga buah menara dalam satu lokasi yang sangat berdekatan. Jangkauan pemancaran menara yang hanya beberapa kilometer saja. Bisa dibayangkan, dengan banyaknya operator seluler, dan luas negara kita dengan beragamnya kontur ketinggian tanahnya, maka negara kita menjadi akan hutan menara, karena saking banyaknya menara yang dibangun (sedangkan hutan kita merana karena banyak dijarah.
)
Padahal, masih menurut artikel tersebut, di negara jiran kita Singapura yang angka persentasi penetrasi teleponya sudah sangat tinggi, tidak terlihat banyak menara seperti di Indonesia. Pembangunan banyak menara tentunya membutuhkan biaya yang banyak pula, barangkali ini pula sebabnya pulsa mahal.
Saya tak habis pikir, mengapa para operator tidak bisa menggunakan satu menara bersama-sama di satu lokasi? Sehingga tidak harus ada banyak menara dalam lokasi yang sama. Persaingan dagang?
Persaingan yang tidak sehat, barangkali, yang menyebabkan demikian. Lihat … Setelah saling ejek lewat iklan, kini bersaing banting harga, pulsa murah, Rp 0,0000001/detik. Meskipun mungkin hanya akal-akalan saja.
Tapi, mudah-mudahan hal di atas akan segera berakhir, karena ada kabar gembira di Detikinet. Menkominfo menyatakan Aturan Menara Bersama Mulai Diberlakukan .
Dengan ketentuan ini mudah-mudahan kita berharap betu-lbetul bisa menikmati pulsa murah. Pohon-pohon menara BTS tidak bermunculan, hingga muncul hutan menara, dan uangnya bisa untuk memelihara hutan sesungguhnya yang sudah merana. Semoga.
DIarsipkan di bawah: Renungan, Umum, intermezo, opini | Ditandai: bts, hutan, menara, pemancar, perang tarif, pulsa murah, radio, selular, telekomunikasi, telepon, telepon murah, tower



















Biarlah hutan merana … asal masyarakat indonesia jaya …
lho kok bisa..?! panjang ceritanya … nantikan posting saya tentang hutan.