Diri ini ulat bulu yang membuat gatal
jelek menjijikkan
memalukan
entah sampai kapan?
Bila mana masa bertapa tiba?
jadi kepompong entah untuk berapa lama
menempa jiwa dan raga.
Akankah aku menjelma kupu-kupu
bersayap warna aneka
indah memesona
membuat bahagia?
Karawang, 2 April 2008
DIarsipkan di bawah: Puisi, Renungan, curhat, sastra | Tagged: bahagia, kupu-kupu, metamorfosis, Puisi, Renungan


















